Sebab Terbentuknya Batu Ginjal, Penting Memenuhi Kebutuhan Konsumsi Air untuk Pencegahan
2 mins read

Sebab Terbentuknya Batu Ginjal, Penting Memenuhi Kebutuhan Konsumsi Air untuk Pencegahan

Batu ginjal adalah benda keras yang terbuat dari mineral dan garam di dalam ginjal. Pembentukan batu ginjal disebabkan karena limbah dalam urine tidak bisa terbuang dengan baik dan menumpuk di ginjal. Batu ginjal yang tidak tertangani bisa berujung pada rasa sakit hingga infeksi.

Lantas apa saja hal yang bisa menyebabkan munculnya baru ginjal pada tubuh kita? Terkait hal ini Dokter spesialis urologi Prof dr Nur Rasyid, SpU beri penjelasan. Pertama, umumnya kemunculan baru ginjal disebabkan kepekatan urine di dalam ginjal.

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 6 Kurikulum Merdeka, Kegiatan 2 Soal Pangan Lokal Halaman all Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 12 Halaman 6 dan 7 Semester 2, Dialog: Offering Help/Service Halaman all Kunci Jawaban PAI Kelas 12 Halaman 31 37 Kurikulum Merdeka, Penilaian Pengetahuan Bab 1 Halaman all

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 9 Halaman 14, 15, 16: Menyimpulkan Informasi Laporan Percobaan Halaman all Kepekatan urine terjadi karena kekurangan cairan di dalam tubuh. "Karenanya jangan kurang minum," ungkapnya dalam Media Briefing “Siloam Hospitals ASRI: Mengatasi Kasus Baru Ginjal yang sulit dengan Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS)” di Jakarta, Rabu (5/6/2024).

Lantas berapa kebutuhan asupan cairan yang harus dipenuhi? Dr Rasyid ungkap jika dahulu sebelum tahun 2018, kebutuhan konsumsi air adalah dua liter. Tapi setelah tahun 2018, ternyata dua liter air tidak mencukupi kebutuhan cairan tubuh.

"Ternyata tidak cukup. Jadi minum berapa? Tergantung aktivitasnya. Kalau sering maraton (atau aktivitas lainnya), kencing tidak sampai 2,5 liter karena sebagian keluar keringat," imbuhnya. Artinya, untuk mereka yang rutin dan sering melakukan aktivitas fisik, dianjurkan mengonsumsi air lebih dari 2,5 liter sehari. Penyebab kedua, bisa disebabkan karena metabolisme tubuh yang tidak beres.

"Sudah cegah kok jadi lagi. (Kemungkinan) Ada metabolisme tidak beres.(Misal) tingkat penyerapan usus besar yang kurang dan segala macam," paparnya. Akibatnya, pada kasus ini tidak jarang orang tersebut bisa mengalami kekambuhan setelah batu ginjal diambil. Biasanya, dokter akan mengambil sampel batu di dalam ginjal untuk diteliti dan dipelajari.

"Makanya kami selalu mengambil sampel batu. Setelah itu kita tahu apa yang dilakukan mencegah kekambuhan," tutupnya. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *